Bagi Qis mengejar cinta itu tau kapan kita harus berlari, berjalan, serta berhenti..
Saat kita mulai mencintai seseorang, pasti dalam pikiran kita, bagaimana caranya supaya kita bisa 'jadian' dengan dirinya..
Ya cari perhatian, minta perhatian, cari info sana sini tentan dia.. De el el..
Saat sudah stuck..
Kadang remaja kita masih berusaha sekuat tenaga untuk tetap memimpikannya sebagai 'cowok' mereka..
Hm.. Semoga Qis salah menyimpulkan remaja kebanyakan yang sering direpresentasikan lewat sinetron sinetron ga mutu akhir akhir ini..
Menurut Qis, kita harus bisa memposisikan diri.. Tidak maksa, tidak gegabah, dan hati hati..
Well,
Saat mulai mendapati ada yang aneh muncul dalam hati terhadap lawan jenis..
Inilah saat yang baik untuk meneliti sejauh mana kita bisa ke depan..
Mengetahui apa dia sudah berpasangan? Beristri? Bersuami?
Kalau masih aman.. Saatnya untuk berjalan lebih jauh..
Saat kita mengetahui dia adalah pasangan yang tidak boleh dilewatkan, bukan karena cakep, tapi karena pinter, baik, sopan, de el el sesuai dengan kriteria baik bagi setiap manusia..
Itulah saat kita berlari..
Mengejar apa yang bisa dikejar.. Istilahnya, berusaha..
Berusaha mendapat apa yang diinginkan.. Sebuah impian..
Kalau dengan berjalan saja, cinta bisa kita raih, maka cinta akan terasa indah.. Tapi tanpa tantangan..
Kalau butuh berlari, karena berjalan saja tidak cukup..
Maka cinta akan semakin terasa indah.. Begitu susah didapat, dan setelah dapat, bahagia yang dirasa akan terasa hebat..
Lalu kapan saatnya kita berhenti berjalan? Berhenti berlari? Itu saatnya kita harus berhenti melakukannya..
Sakit? Perih? Sedih?
Itulah konsekwensi yang didapat ketika manusia menjadikan cinta seperti tanaman..
Mencoba memupuk dan menyiramnya agar tumbuh, agar segar, padahal belum tentu tanaman itu berbunga, berbuah, padahal belum tentu tanah yang kita pakai sesuai dengan tanaman yang kita tanam..
Ironis..
Sakit..
Tapi itu konsekwensi..
Tapi rasa sakit itu akan terasa tidak sakit ketika kita ikhlas menerima, bahwa cinta yang tulus bukan untuk dirinya, karena Allah pasti akan mendatangkan seseorang yang melihat kita, melihat tanaman yang hampir layu yang kita tanam karena dia ingin merawatnya.. Membantu kita untuk menjaganya..
Dan itu indah..
Cinta bahagia akan datang tepat pada waktunya, rasanya jika kita sudah letih berjalan, letih berlari, maka yang ada hanyalah menanti..
Karena keikhlasan selalu menghasilkan sesuatu yang manis..
Dan Qis percaya itu..







No comments:
Post a Comment