Masih penasaran.. Qis bertanya lagi, "sekarang sedang jatuh cinta?"
Dia diam.. "mungkin.." jawabnya..
"kenapa begitu?"
Dengan tersenyum dia memulai cerita itu, Qisthy hanya mendengar, tanpa berkomentar tanpa menyela..
"aku ga tau apa ini cinta atau hanya rasa kagum biasa saja.. Kamu mungkin tidak percaya dengan sesuatu yg terlalu unrealistic.. Aku pun begitu.. Tapi kali ini kepercayaanku akan hal itu mulai mengusikku."
Ingin sekali Qis menyela, tapi biar, biar dia tetap terus bercerita..
"aku ga pernah tau siapa dia sebenarnya, aku hanya tau dia ada di bumi.. Itu saja, wajahnya masih asing dalam memori otakku, padahal dia mengaku dia mengenal aku.. Terlihat bodoh, tapi menggelikan.. Ternyata ada yang memperhatikanku dari kejauhan.."
Dia menerawan ke langit,melihat bintang yang sudah lama tak ia lihat..
"kamu tau kan,Qis.. Aku susah jatuh cinta.. Dan aku tidak akan jatuh cinta pada orang yang tidak pernah kulihat sebelumnya.. Tapi ada yang aneh menyembul dari hatiku ketika aku menerima message pendek darinya, atau ada rindu yang entah darimana datangnya ketika aku tidak menjumpainya di chatroom tempat kita ngobrol.."
Aku mulai memahami alur yang dia ceritakan,dan dia melanjutkan..
"aneh ya, Qis.. Padahal aku hanya tau namanya, tapi rasa senang ketika bermanja dengannya terasa benar benar aneh.. Tak masuk akal, kau kan tau, kau dan aku adalah tipe perempuan realis.. Gak suka jatuh cinta dengan dunia maya. Tapi apa ini cinta ya?"
Dia menatapku, melihatku dan kembali bercerita..
"seperti ada yang hilang kalo sehari saja tidak mengobrol dengannya, dan aku tidak segan memikirkan dia sedang apa ya? Padahal aku tau dia tidak memikirkan hal yang sama.. Aku sering melirik jam di kamarku hanya untuk mengirangira dia ada dimana.. Gila ya? Seperti benar benar jatuh cinta..
Atau aku memang mungkin sedang jatuh cinta pada kebaikannya..? Ketulusannya? Atau ini hanya intermezzo diantara sekian banyak lelaki yang hinggap dalam hidupku? Entahlah.. Aku belum berani bilang aku sedang jatuh cinta, Qis.. Tapi aku selalu rindu dengan tawa kecilnya, caranya menggodaku, caranya menjawab sapaanku, atau caranya menjadi teman curhatku.. Bisa kau jelaskan Qis ini apa?"
Kali ini dia membutuhkan pemikiranku..
Aku pun bilang..
"sahabatku, hanya Allah yang bisa memberi jawaban lewat bergulirnya waktu.. Tunggu waktu itu.. Kamu pasti menemukan jawabannya.. Dan semoga hal baik akan slalu ada walaupun kamu sedang jatuh cinta atau tidak.. Aku yakin dia juga menginginkan hal hal yg baik tanpa bergantung pada perasaan yang ada. Dan kurasa, suatu saat dia akan membaca tulisan ini.. Dan kalian berdua akan tau apa yang harus kalian lakukan.."
Aku tersenyum.. Dan dia pun tersenyum..







Dahsyat. Selesaikn proyek bukumu yg sempat tertunda itu ya hehe, amin.
ReplyDeleteBerlebihan.. Aku ndak segitunya pinter nulis.. Atau bikin kumpulan cerpen kali ya.. Mau bantu? Hehe..
ReplyDelete