Sunday, March 22, 2009

This nite..

Qisthy gak tau mau nulis apa.. Tapi pengen banget malem ini menulis sesuatu.. Tapi entah apa..

"Dear deary, let me tell you bout my story..
I know its rather sad..
But thats the way i feel..
Dear diary, i dont know if this is quite alright..
Started thinking of leaving him,but i'm afraid if i hurt him..
All i want is for everything in the rite place..
So everyone is happy..
Is is too much to ask for?"
(Mocca-dear diary)


Lagu itu melantun pelan mengisi keheningan di kamar Qis..
Hujan rintik semakin melengkapi kesyahduan malam ini, bukannya bermaksud melankolis.. Tapi seolah menyempurnakan berbagai pikiran yang berkecambuk dan berputar putar dalam otak Qis..

Ada sesuatu yang tidak bisa Qis raba.. Mencoba untuk menyeruak keluar tapi seolah tertahan.. Menjadi semakin dibuat penasaran oleh sesuatu ini..

Ini tidak bisa digambarkan seperti apa, ini belum terjawab sempurna, dan ini melewati batas kelogisan Qis..

Qis kembali merasakan suatu kebingungan yang terekam dalam memori memori yang terjadi..
Aneh rasanya, memahami sesuatu, tapi masih menimbulkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab..
Dan skali lagi Qis dituntut untuk berbesar hati menghadapi pikiran aneh yang muncul tanpa komando dari siapapun..

Qis hanya mau seperti petikan lagu Mocca itu, "all i want is for everything in the rite place, so everyone is happy.."
Qis hanya perlu menempatkan pada tempat yang benar hingga semuanya bisa bahagia..
Tapi itu belum cukup, masih ada pertanyaan "ditempatkan dimana biar tepat? Lalu kenapa ditempatkan disitu?"
Qis smakin membuat ini menjadi runutan pertanyaan layaknya gerbong kereta api panjang yang berjalan diatas relnya..
Iya, ini pertanyaan pertanyaan yang muncul saat Qis melewati jalanan hidup Qis..
Tapi Qis belum sampai pada satu stasiun pun.. Qis masih mencari stasiun itu.. Tak layaknya seperti kereta api yang mempunyai tujuan..

Sekarang Qis menghela nafas panjang.. Mencari celah untuk dimasuki.. Agar Qis siap jika harus masuk dalam kubang lain dengan cara yang sama dengan yang sudah sudah.. Dan sayangnya, Qis dekat skali dengan kubangan itu..
Ingin melompat tapi takut tak tercapai, ingin melewati saja kubangan itu, tapi takut tenggelam di dalamnya..

Ah..
Qis tidak habis pikir kenapa jembatan penyebrangan kali ini begitu penuh ukiran indah, tapi tak dapat menyentuhnya.. Qis hanya diwajibkan untuk menonton saja, menikmatinya pun jangan.. Ada larangan..!

Ah,, biar saja.. Mungkin Qis akan tergoda untuk menyentuhnya, walaupun tidak sekarang.. Mungkin besok, atau lusa, atau mungkin ini hanya keinginan tapi sadar akan peraturan?
Hmm..

Pasti ada alasan kenapa jembatan yang Qis lalui harus jembatan ini..
Qis sedang bertanya pada Dzat yang Maha Sempurna dan Maha Bijaksana..
Pasti ada alasan, dan Qis yakin alasan itu akan menuntun Qis..

Qis jadi ingat bahwa apa yang dirasakan baik bagi manusia belum tentu itu yang terbaik datangnya dari Allah.. Dan apa yang tidak bagi manusia, belum tentu itu yg tidak baik dari Allah..
Sungguh Allah mengetahui apa apa yang dihadapan dan dibelakang kita..

Insya Allah, Qis ikhlas melewati jembatan jembatan indah ini, sebelum sampai ke jembatan paling indah yang datangnya dari Allah..
Amien..


For all of the trouble inside my heart.. I know we can through this..

2 comments:

  1. Anonymous11:31 AM

    Tetaplah menulis selagi engkau bisa. Apapun temanya, selama tidak menuliskan hal destruktif. Menulis itu indah, nikmat, bagai lepas dari dahaga. Caw

    ReplyDelete
  2. Trimakasih.. It supports me lil bit.. ^_^

    ReplyDelete