Tuesday, March 31, 2009

Ujung Jalan..

Qisthy melakukan perjalanan jauh..
11 jam an Qisthy akan duduk di bangku tengah mobil Taruna ini..
Sesekali bercanda.. Tapi di hati terasa berbeda..

Aneh..

Qisthy telah bertengkar hebat tadi malam..
Bertengkar hati dan pikiran Qis..


Tak ada pemenang..
Tak ada tertawa..

Yang ada adalah kekalahan..
Yang ada adalah ejekan..

Bodoh..!

Mengejek diri sendiri..

Qisthy terjebak di ruangan ini..
Ruangan cantik bertahta potret potret keindahan..

Qis menikmatinya,,
Tapi bagi hati Qis, itu memuakkan..

Bertahan,,
Sungguh indah..
Qis bebas menikmati bahagia..
Berlari keluar,,
Sungguh lega..
Qis bebas menikmati yang seharusnya tak dinikmati..

Qis marah..
Qis lelah..

Tak ada penyesalan,
Tak ada tangisan,
Yang tersisa adalah kegalauan..

Perjalanan ini akan terasa semakin panjang. Sepanjang jalan yang belum Qis temukan ujungnya?
Dan adakah jalan berujung kecuali jalan kecil yang tersembunyi?
Mungkin Qis harus menemukan jalan kecil itu.. Bukan untuk bersembunyi, tetapi untuk menghembuskan sesak nafas yang tertambat di dada..

Qis menatap ke depan jalan yang belum berujung, tapi sinar matahari menyembulkan kilau indah di ujung sana..
Berharap kilau itu menyembuhkan Qis, layaknya kunci menuju ruangan terakhir Qis..


* written on the way to Bali.. Wednesday, 1st April 2009

No comments:

Post a Comment