Hanya ada 1 diantara 1000..
Keracunan ketuban..
Begitu yang Qis dengar..
Ketuban pecah sebelum bayi bisa dikeluarkan dan dimungkinkan masuknya air ketuban pada salah satu syaraf yang terbuka dan cairan langsung masuk ke otak, dan menyebabkan si penderita meninggal..
Belum genap dua bulan cerita ini terjadi..
Dan salah seorang teman dekat bercerita kepada Qis..
Dia wanita modis, tidak seberapa disukai oleh wanita wanita disekitar lingkungannya, sering digunjingkan..
Dia wanita muda yang mempunyai banyak kegiatan, dan meninggalnya pun sungguh mengejutkan..
Insya Allah mati syahid..
Amien..
Diceritakan pada Qis kronologi kejadiannya,,
Hari pertama dia dibawa ke klinik bersalin, dia tidak merasakan sakit seperti mau melahirkan. Namun hari kedua, dia mulai merasakan mulas dan ingin melahirkan..
Suaminya menemaninya, memegang tanggannya.. Membantu menghilangkan rasa sakit dengan cinta yang ia salurkan lewat genggaman tangannya..
Namun..
Ketuban pecah..
Habis..
Sebelum si mungil berhasil keluar..
Si mungil kembali ke perut ibunya..
Dan,,
Tangan itu lepas..
Genggaman kuat itu lenyap..
Tubuhnya membiru..
Ia meninggal, bersama bayi mungil yang belum terlihat ayahnya..
Tangisan..
Wanita modis yang sering digunjingkan itu berpulang dengan cara yang indah..
Subhanallah,
Tak terasa air mata Qis jatuh..
Ternyata pandangan miring orang tentangnya bisa mengantarnya ke pintu surga,,
Buah hati yang ditinggalkan, perempuan kecil yang berumur sekitar 4 tahun itu melihat ibunya tertutup kain kafan.. Dia menangis kecil, sesenggukan.
Takjub..
Semua yang hadir melihat gadis kecil itu terlihat tabah, menyadari betapa gadis itu menerima bahwa ibunya tidak akan pulang ke rumah lagi, bersama adik kecil yang belum sempat ia gendong..
Ada trauma..
Gadis itu tidak ingin menjalani kebiasaan yang dijalani bersama ibunya lagi..
Lagi lagi Qis terharu..
Semoga ayah dan keluarganya diberi ketabahan dam memberi perlindungan bagi gadis kecil itu..
Entah kenapa Qis menangis, mungkin ingin merasakan indahnya mati syahid.
Cerita ini juga menghapus tentang ketakutan Qis tentang melahirkan.. Tentang sakit yang diceritakan banyak orang..
Membuat Qis sadar, bahwa dibalik sakit itu juga ada kenikmatan..
Bunda..
Sebuah panggilan yang akan Qis dapat nanti.. Menunggu panggilan itu melekat menyapa Qis oleh bibir mungil malaikat malaikat kecilku kelak..
Dan berharap, Qis dapat meninggal dengan khusnul khotimah atau syahid.. Cita cita yang indah..
Insya Allah tercapai..
Amien..
* banyak yang bilang bahwa dengan menggunjing orang lain, dosa orang yang digunjingkan akan menjadi dosa penggunjing.. Naudzubillah..
Qis akan berusaha untuk tidak menggunjingkan orang lain lagi..
Amien..







No comments:
Post a Comment