Saturday, April 18, 2009

Pernikahan..

Qis tidak ahli, tidak pintar menilai hal ini, tapi Qis hanya ingin menuliskan serangkaian cerita yang pernah terdengar dan memberi sedikit opini tentang itu..

Entah kenapa akhir akhir ini mereka yang sudah bersuami dan beristri menceritakan konflik pribadi pada Qis, wei.. Qis belum nikah, dimintain pendapat.. Tapi okelah sebagai bahan pembelajaran..

Qis banyak melihat rumah tangga yang terlihat ayem, mesrah, harmonis tapi justru bobrok di dalam, memilukan, penuh kebohongan..


Qis juga menerima curhatan tentang puber kedua atau apalah namanya, bukan satu orang, dua orang, tapi banyak! Sempet heran kenapa mereka mempercayakan rahasia mereka ke Qis..

Dan Qis selalu bilang,
Cinta tu anugrah, datangnya dari tuhan. Tapi cinta juga bisa jadi cobaan, menahan keegoisan, nafsu serta kesetiaan dan kepercayaan..

"kamu memang belum selingkuh fisik, tapi kamu sudah selingkuh hati, selingkuh mata, selingkuh pikiran. Dan jangan meningkatkan ke level berikutnya."
Itu salah satu opini yang Qis berikan pada salah satu teman yang 5 taunan baru menikah..

Atau sering juga Qis bilang, "apa yang kamu lakukan sekarang, bisa juga refleksi apa yang dilakukan istri/suamimu di masa lalu, atau bahkan refleksi apa yang terjadi di masa depan."

Mereka tertegun..

Entah apa yang Qis omongkan salah atau benar, tapi what goes around now comes all way back and round..

Qis sedih..

Seharusnya pernikahan itu indah, tidak seperti yang diceritakan akhir akhir ini ke Qis..
Atau ini memang indahnya?
Entah..

Isu istri kedua juga hal yang sering Qis dengar dari mulut lelaki..

Bolehkah?
Adilkah?

Qis tak tau, Qis hanya berusaha menempatkan alasan terbaik mengapa ingin berpoligami..

Usia pernikahan 5 taun, 10 taun, 20 taun, ternyata tidak menentukan kapan seseorang berselingkuh, menanam bibit konflik dalam rumah tangga mereka..

Seperti kemarin, dokter Qis bercerita tentang busuknya sebuah pernikahan.
Dia cantik, almost perfect.. Tapi kebenciannya terhadap pria sungguh besar, "lelaki itu seperti t******k!"
Uh kaget dengernya..
"dia ML (maaf) dengan l**** yang gak lebih cantik dari aku, aku liat dia bergelayut manja di diskotik dan melanjutkannya di hotel. B****!"

Ya Allah..
Segitu kejamkah sebuah perselingkuhan? Dan begitukah sakit yang ditinggalkan? Apakah itu efek dari kepercayaan yang disalahgunakan?

Qis tidak tau,,
Kenapa Qis mendengar banyak cerita horor dibalik sebuah pernikahan?

Tapi Qis tidak skeptis, ada juga kisah indah dibalik sebuah pernikahan..
Ini hanya sebuah referensi bagi Qis, bahwa pernikahan itu bukan sekedar ijab qobul, tapi janji untuk membahagiakan, setia, percaya, dan mendapati cinta sebagai dasar dan juga sebagai cobaan yang bisa datang kapan saja..

Ah..
Semoga Qis sampai pada tahap itu, memaknai pernikahan dalam lajur yang paling benar..
Amien..
Dan semoga semua cerita yang dicurahkan pada Qis menjadi pembelajaran dan referensi bagi Qis..
Amien..

No comments:

Post a Comment