Thursday, May 7, 2009

BONEK vs Polisi vs Aku

Mengingat peristiwa 2 hari yang lalu, 6 May 2009..

Pukul 2 siang Qis ada janji bertemu dengan seseorang di resto fastfood di surabaya.. Jam weker di rumah sudah menunjuk pukul 2.20, akan terlambat jika Qis tidak ngebut..

Dan mulailah perjalanan panas dan menjengkelkan itu..

Jalan 3 km dari rumah, bertemulah Qis dengan konvoi panjang plus suara bising motor BONEK meraung raung di sepanjang jalan RA. Kartini. Tak masalah, ada pembatas jalan, jadi keberadaan mereka tidak seberapa mengganggu..


4 km dari situ, terlihat para BONEK yang tak berkendara motor menyetop truk atau mobil pick up yang lewat. Macet..!! Apalagi itu tepat di perempatan jalan. Ada 3 atau 4 orang koordinator yang dengan elegannya memberhentikan mobil -harus-mau-tak mau-harus-mau untuk mengantarkan para BONEK ini, tidak heran, namanya juga BONEK, BONdo NEKat.. Jadi punya ga punya duit, ayo maju terus..
Tapi caranya..! Mengganggu pemakai jalan yang lain. Dan dimana aparat penegak hukum?? Ada kok.. Diam saja, ngobrol asyik dengan polisi lain. Pikir Qis, dapat amplop berapa tuh.. Huh..!

Jadi inget kekecewaan Qis saat ke polsek untuk mengurus skck. Bapak polisi yang gede itu bilang "ada apa, mbak?"
"mau ngurus skck, pak." jawab Qis..
"libur, mbak!"
(woot) sumpah ya.. Itu weekday, hari Selasa pukul 11 siang dan masih tanggal 5 Mei.. Melayani masyarakat apa? Huh, mengecewakan justru iya..

Atau ketika Qis ingat ada 2 motor yang bertabrakan, para aparat polisi itu ada, dekat, hanya berdiri, hanya melihat, yang menolong mereka justru pengendara yang lain. Setelah beres, baru polisi itu mengurus birokrasi lalu lintas, bah.. Polisi apa itu..

Kembali ke BONEK,
Panas sangat terasa saat jalanan di Kalianak mulai macet, apalagi kalo bukan para BONEK.. 85% jalan dikuasai, jika ada pengendara yang melewati batas yang mereka buat sendiri, umpatan, pukulan -entah kena atau tidak kena- melayang..
Ya ampun..
Uda berisik, menuhin jalan, ga pake helm, bikin macet..
Kok ada ya supporter kayak gini..

Saat pulang ke rumah, berita di telivisi membuat Qis kaget. Supporter persebaya membuat rusuh, menghancurkan toko warga Gresik.
Apapun alasannya, mereka ga berhak....!! Sangat merugikan..! Kalah menang, adil curang, bukan seperti ini penyelesaiannya.. Pot bunga di jalanan juga banyak yang hancur..
Dan apakah keberadaan mereka ini bermanfaat???
Coba para BONEK.. Sadar diri, kalo perlu bubarkan saja, ga penting benar keberadaan mereka.. Sayang, Surabaya yang kucintai ternoda dengan aksi supporter Persebaya yang tidak bijak dan tidak dewasa dalam menyingkapi kekalahan..

Hidup persepakbolaan Indonesia yang aman dan tertib..

2 comments:

  1. weleh-weleh..oknum polisi dmn aja sama ya.Melindungi dan mengayomi masyarakat cuma simbol thok.negeri ini sperti negeri simbol :).Polisi takutx cma sama atasanx,wartawan,pengacara, dan jaksa. Aneh..
    penegak hukum kok bisa cuek ya dg krusuhan,kclakaan,etc (dlm critamu).kpn image polisi itu bisa brubah?hahaha.utopis :).keep writing ya.deskripsimu okeh.mainkan lagi dg feel.Rasakanlah!hehehe

    ReplyDelete
  2. Polisi yang baik tu yang berdiri terus,kepanasan, keujanan, kedinginan.. Huhu, tu patung polisi.. Hehehe..
    Okey, tengkyu atas motivasinya..

    ReplyDelete