Alhamdulillah masih diberi kesehatan, berkunjung hanya karena menjalani medical test..
Duduk, menunggu di panggil..
Akhirnya mau tidak mau mengamati orang orang disekitar Qis..
Hari senin..
Rame..
Heran..
Masak orang orang ini pada janjian sakit hari senin? ^^
"3 hari lagi kembali ya mas, kontrol.." salah satu perawat dg ramah berbicara pada cowok itu.
Masih muda, mungkin sekitar 20 tahunan, memakai kaos putih, celana krem pendek, dan tidak memakai alas kaki. Rupanya salah satu kakinya diperban. Besar. Tapi masih bisa jalan..
Qis melihat kaki Qis, menggerakkan jari jarinya..
Alhamdulillah.. Allah memberikan sehat untuk kaki Qis..
Diseberang sana, Qis melihat bapak paruh baya, bersama istrinya. Tangan si bapak diperban. Perkiraan Qis, seperti luka bakar..
Yang Qis amati bukan perbannya, tapi istri disampingnya..
Kalem..
Pelan..
Santun..
Dia membimbing suaminya masuk ke ruang poli, dan si suami dengan satu tangannya memegang erat tangan istrinya..
Alhamdulillah..
Bapak itu diberikan istri yang insya Allah mempunyai kesetiaan dan ketulusan luar biasa..
Disamping Qis, ada ibu sekitar umur 45 tahun.
Sendiri..
Dandanan necis..
Kacamata coklat yang terpasang..
Sandal hak tinggi..
Entah kenapa dia ada disana..
Tidak terlihat sakit..
Tidak terlihat menunggu seseorang..
Dandanannya saja yang berbeda mengundang mata melirik padanya..
Di pojok ruangan, ada counter diabetes..
Ada ibu ibu yang dengan serius bertanya pada si empu counter..
Tak terdengar apa yang dibicarakan, tapi semoga ibu itu baik baik saja..
Celoteh anak kecil..
Tangis kesakitan..
Riuh renyah obrolan orang orang yang saling mengenal..
Bisu karena duduk sendirian..
Suara panggilan dari mikrofon..
Detak sepatu atau sandal yang berdentum di lantai rumah sakit..
Dan hal lainnya..
Kesibukan di rumah sakit..
Dan semoga yang sakit segera bisa pulang ke rumah masing masing dengan kesehatan yang sempurna..
Amien..







No comments:
Post a Comment