Persahabatan terbina seperti rajutan yang memerlukan waktu lama menyelesaikannya. Butuh kesabaran demi hasil yang indah, dan menikmati ketika sedang merajutnya.
Persahabatan layaknya payung. Benar benar dibutuhkan ketika hujan mengguyur. Semakin besar payung memayungi, akan semakin sedikit cipratan air hujan yang mengenai. Begitupula persahabatan, semakin besar payung persahabatan dibuka, akan semakin kecil noda dan celah yang merasuki.
Saat cuaca panas sekalipun, payung sangat dibutuhkan. Payung akan melidungi sang pemilik dari sengatan matahari yang menggoda. Memang, hawa panas akan masih terasa menerpa wajah, tapi keberadaan payung bagaikan pelindung dari sengatan sinar ultraviolet secara langsung.
Ibarat payung, keberadaan persahabatan bisa menjadi pelidung, walaupun tidak sepenuhnya melidungi. Namun paling tidak sahabat bisa memberi fungsi payung ketika kita tidak bisa melidungi diri kita sendiri.
Persahabatan juga seperti baju. Tak mungkin tak ada noda, tak mungkin tak ada bau, dan tak mungkin selalu bersih setelah lama memakainya.
Tak mungkin tak ada pertengkaran, tak mungkin tak ada salah paham, tak mungkin selalu baik baik saja dalam dunia persahabatan.
Tapi ibarat baju, semua itu masih bisa dicuci, disetrika, diberi parfum. Dan persahabatn bisa dibersihkan dengan pengertian, pemahaman, dan kesabaran. Saling mengerti, saling memahami, saling sabar, dan saling memberi toleransi dan memaafkan. Karena sahabatlah yang paling mudah memahami tentang siapa kita, kekurangan kita, kelemahan kita, juga kelebihan kita.
Semua itu indah kok, susah memang selalu ada, tapi bahagia pasti akan lebih banyak menjarah, dan bukankah persahabatan dan sahabat itu saling membagi suka dan duka? ^-^
# Dedicated to my best friends, Rea and Ghea. So Sorry for all, let's tighten our familiship among us... Luph You All...







No comments:
Post a Comment