Kata itu terngiang tanpa Qis minta, tanpa Qis undang.
Yang terpikikan saat itu hanyalah ingin merasakannya sekaligus ingin mencobanya. Hehehehe.....
Masih normalkan? Atau sudah mulai mendadak gila? ^-^
Saat itu sering terbersit dalam benak Qis 'bagaimana kalo Qis tidur dan tidak bangun lagi?'
Sudah siapkah bertemu malaikat pencabut nyawa?
Sudah siapkah bertemu dengan pertanyaan pertanyaan yang diajukan malaikat ketika tubuh ini tertimbun tanah? Dikubur?
Atau sudah siapkah menerima siksa kubur?
Allah, Qis belum siap... dan tidak ingin merasakan siksa itu...
Tapi...
Keinginan kuat untuk tidur dan tidak bangun lagi sangat melekat di otak saat itu.
Satu kesiapan, 'aku sudah siap meninggalkan semuanya.'
Airmata menetes perlahan
Tidak berhenti...
Mencoba memejamkan mata. Menyiapkan hati, pikiran jika benar benar tak bangun lagi. Ditemani genangan airmata dan kesepian. Sunyi sendiri...
Baiklah, aku siap...!
* Pukul 3 tepat terbangun. Masih bisa menggerakkan tubuh sesuka hati. Ternyata hari ini belum waktunya kiamat kecil menyapa. Mungkin besok, lusa, minggu depan, atau 30-50 tahun lagi. Mungkin saat Qis benar benar siap lebih dari sekarang. Yah, Allah masih menyimpan itu sebagai rahasia terbesar Qis saat ini...







No comments:
Post a Comment