Banyak potongan yang hilang, kecil memang, tapi banyak, menumpuk menjadi satu tekanan batin yang cukup kuat. Sungguh Qis tidak kuasa menahan berat kecil itu walau hanya sedetik saja. Itu terlalu banyak, itu terlalu meresahkan, itu terlalu menyesakkan, dan itu terlalu menyakitkan.
Potongan yang hilang itu muncul tanpa ia sadari, tanpa ia mengerti, tanpa ia ingat atau mungkin tanpa ia resahkan keberadaannya, karena baginya mungkin terlalu sangat kecil, tak perlu dirisaukan.
Entah apa yang terjadi pada Qis kali ini. Dunia kecil Qis seakan perlahan mulai runtuh. Dan ia akan menyaksikan keruntuhan itu perlahan tapi pasti, entah apa ia masih bisa menolong sebelum Qis benar benar jatuh dan tak dapat bangun lagi.
Mungkin Qis butuh sayap untuk terbang. Kemana Qis boleh meminjam sepasang sayap untuk terbang?
Sekali lagi, malam ini menjadi malam sepi yang ditemani airmata yang menggenang di pelupuk mata. Sungguh ini terasa berat.
Qis mulai merasakan dunia Qis mulai menjauh dari gapaian tangannya. Mungkin ini memang pertanda bahwa Qis harus melewati kejamnya dunia dengan tanpa bantuannya, tanpa senyumnya, tanpa manjanya, dan tanpa dirinya.
Qis menyaksikannya meninggalkan jejak yang tak mungkin begitu saja terhapuskan dalam ingatan. Mungkin ia akan dengan mudah melupakannya, seperti melupakan potongan potongan kecil yang hilang, yang tanpa terasa sudah ia biarkan menjadi serpihan kecil yang melukai lemahnya hati Qis.
Mungkin ia tak sadar, tak tau, tak merasa, tak peka, tak acuh, atau memang benar benar membiarkannya.
Mungkin ia sudah bosan, sudah jenuh, sudah lelah, sudah tak tahan, atau memang benar benar menghilangkannya.
Kurasa akan ada banyak malam seperti ini. Malam dimana Qis yang menyesali kenapa ia membiarkan potongan potongan kecil itu hilang lagi, malam dimana Qis menyadari bahwa potongan potongan kecil itu tak berarti baginya, malam dimana Qis menangisi mengapa ia melewatkan potongan potongan kecil itu, malam dimana Qis akan sangat merindunya dan tidak membiarkan ada sedikit dan sekecil pun potongan yang hilang dari kami lagi.
Entah kapan ia akan menyadarinya...
Mungkin Qis yang harus mengerti, walau Qis saat ini benar benar ingin dimengerti olehnya...
*There are something miss that you've already missed...







No comments:
Post a Comment