Menatap langit langit kamar yang sudah tak lagi bersih. Memeluk hampa udara yang tak berasa lagi. Kembali Qis membiarkan semua airmata mengalir di pipi. Ya Allah.. Ini terasa sangat sulit..
Memejamkan mata. Kembali dalam kenangan yang nampaknya indah. Qis pun melihatnya, dan seolah mendengarnya. Sungguh indah dalam ketersiksaan ini..
Mengurut kenangan indah bersamanya. Tertawa. Menangis..
Qis mendengar celotehnya. Qis mendengar ceritanya. Qis mendengar sedihnya. Qis mendengar bahagianya. Qis mendengar candanya. Qis mendengar tawanya. Dan Qis mendengar tangisnya. Sekali. Tapi melekat di hati..
Kini Qis ganti menangis. Mencoba menghadirkannya dalam bayangan imajinasi yang nyata terasa. Menatap matanya dan bercanda mesra..
Hujan air mata..
Qis tau akan datang waktu dimana Qis harus menyadarkan diri sendiri untuk benar benar meninggalkannya.
Kembali menatap ke atas dengan mata yang basah. Qis pun menyerah. Dan ini memang sudah saatnya..

PlurkAYAH OF THE DAYTinggalkan Pesan :)FriendsBlog UppSEO 2SEO 3SEO 4 |
Monday, June 29, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
|
Materi : NURUL QISTHY / Maintain by : MAZARTA






Qist yang kuat, kuat nangis... hehehehe
ReplyDeleteMungkin qist udah tahu bahwa tangisan/air mata adalah kekuatan lebih yang udah Allah beri buat kaum Ibu.
jangan dibuang percuma, karena anda akan membutuhkannya ketika anda sudah berkeluarga, saat anda harus mendukung keputusan suami, atau saat anak anda tidak sebaik yang anda harapkan
wassalam
Menangis bukan tanda kelemahan namun tanda kerendahan hati bagi orang yang berfikir.
ReplyDeletePuisi Yang Indah
waduh, dah lama gak buka blog uda ada dua comments yang aku gak tau sapa... hehehehe
ReplyDeleteWell, sometimes tears can not be avoided to fall when its on my shoulder to bring. i just think, by crying i can tell to God how i deeply thank to the care that God gives to me, then I can ask how i through this path happily...
PS : hehe, kalo mau ngaku sapa yg ngasih koment, msg di fb ya...
thanks a lot...