Thursday, April 9, 2009

Pemilu..

Pesta rakyat, gitu katanya..

Bagi Qis itu bukan pesta.. Yang ada menyusahkan,,

Antri, panas, trus bingung mau milih sapa?
Tidak ada enaknya sama skali..

Awalnya mau golput saja, tapi ada janji untuk mencontreng seorang teman yang jadi calon legislatif..


Datanglah Qis dengan muka malas. Menyodorkan undangan, menunggu, menunggu, menunggu, dipanggil, diberi kertas suara sebanyak 4 lembar, membukanya, dan bingung..

Qis benar benar buta nama nama yang terdaftar disitu, kecuali nama seorang teman itu.. Gosh!!

Memilih ngawur? Ya itu yang Qis lakukan, ah sebenarnya ini salah siapa? Kenapa nama mereka asing, tak ada yang dikenal,,

Bagaimana dengan yang lain?
Ternyata sama..
Teman dan saudara Qis juga merasakan hal yang sama..

Ada yang milih karena mempunyai titel sarjana yang sama, memilih tampang, atau asal bonda bandi..

Pesta rakyat yang aneh..!

Akuratkah? Benarkah? Salahkah? Jika memilih caleg tanpa tau backgroundnya?
Tentukan nasib negara 5 taun mendatang,, begitu slogannya, sesuaikah dengan keadaan yang ada? Qis yakin, sebagian besar hanya asal contreng, yang penting nyontreng, masa bodo sapa yang duduk dikursi panas, yang penting sudah menjalankan kewajiban sebagai warga negara, tapi entah, apa nilai dari kewajiban itu..

No comments:

Post a Comment