Cinta..
Sebuah kata yang tidak pernah habis dibicarakan, digunjingkan, diterima, dirasakan, dan dibuang..
Ini seperti gelombang yang naik turun, berakhir di tepi pantai, kemudian disusul oleh deburan ombak lain, mungkin lebih kecil, atau lebih besar..
Entah apakah butuh pemikiran khusus kenapa kita jatuh cinta, kenapa kita mencintai, kenapa kita dicintai, atau kenapa cinta tak balik mencintai kita..
Cinta memang butuh ruang khusus, istimewa, dan slalu dibawa.. Meski ruang itu telah kotor, telah dihancurkan, telah diabaikan.. Tapi lagi lagi cinta dapat membersihkannya lagi, berulang, tiada henti..
Unik bukan?
Jadi ingat The Zahir dalam quot nya "Cinta adalah penyakit yang tak seorg pun ingin bebas darinya. Mereka yg tetular tak ingin sembuh, dan mereka yg menderita tak ingin diobati"
Sesuatu yang kadang disangkal, tapi benar..
Cinta memang ibarat penyakit, virus, jika terjangkit, serasa tak berdaya, karena virus itu menyebar dan tak berhenti sampai benar benar membunuh, dan membutuhkan cinta lain untuk menyembuhkan..
Ya..
Cinta itu rasa,
Cinta itu rumit,
Cinta itu unik,
Cinta itu indah,
Cinta itu tawa,
Cinta itu bersama,
Cinta itu airmata,
Cinta itu duka,
Cinta itu kecewa,
Cinta itu sakit,
Cinta itu berpisah,
Cinta itu buta..
Smuanya terangkai dalam satu kata yang Qis tidak bisa mendefinisikan dengan akurat, karena cinta bak iguana, mempunyai warna sesuai dengan tempatnya..
Dan kenapa cinta itu datang pada Qis? Membingungkan, berputar, tak mau pergi, kembali pada warna yang sama, mengagumi, disakiti, tak mungkin bersama, tapi tak bisa menghindar,,
Dan kenapa harus dia, dia, dan dia lagi?????
Pertanyaan yang sedikit terjawab tapi tak memberi Qis pilihan untuk memilih jalan yang indah saja..







No comments:
Post a Comment