Monday, June 15, 2009

Salah ya kalau dekat dengan Pak Bos?

Susah memang kalau di lingkungan kerja dekat dengan Si Bos.

Sebelum dia jadi Bos Qis,hubungan kita sudah sangat dekat, layaknya bapak dan anak. Qis pun tak sungkan jika ngomong blak-blakan dan terbuka dengan Pak Bos. Tapi ternyata dekat dengan Pak Bos bukanlah hal yang selalu menyenangkan. Mau naik jabatan selalu takut dicurigai jikalau ada unsur nepotism, di anak emaskan. Padahal, kalau sudah bekerja ya kami sudah membatasi hubungan kami layaknya atasan dan bawahan.


Memang sich, kalau berada di lingkungan kerja, kami masih sering melontarkan gojlokan dan gurauan. Mungkin itu yang membuat beberapa orang melihat Qis aneh, tidak sopan, atau mendekati atasan karena jabatan, masya Allah... Qis sich tidak butuh dengan jabatan tinggi, karena di posisi yang sekarang Qis masih merasa enjoy dan senang.

Tadi, Pak Bos bilang "Tahun depan kamu masih kupercaya jadi wali kelas lagi."
Alhamdulillah pikir Qis, senang ternyata kinerja Qis masih bisa dilanjutkan. Tapi munculah pikiran negatif yang berkecambuk di hati. Tahun lalu Qis menjadi wali kelas karena menggantikan posisi orang lain. Beliau cukup senior. Dan sepertinya tidak terlalu suka dengan kedekatan Qis dengan Pak Bos, atau mungkin tidak suka dengan sikap "pencilakan" Qis yang kadang sering muncul. Intinya tidak guru banget. Kerap kali Qis merasa tidak enak karena menggantikan posisi beliau, dan rasanya tidak menyenangkan dipandang sebagai junior yang masih bau kencur dan sudah sok kesana kemari (semoga dugaan Qis keliru, amin). Tapi Pak Bos meyakinkan Qis, bahwa untuk sekarang tenaga Qis lah yang paling dibutuhkan dari pada beliau, untuk urusan selanjutnya biar Pak Bos yang menangani. Merasa lega, tapi tetap saja merasa bersalah dan tidak enak.

Di tempat kerja, Qis orang termuda kedua. Dan Qis yakin, banyak di tempat kerja di manapun senioritas dan junioritas masih menjadi pola pikir kuno yang harus ditegakkan. Senior selalu benar, junior harus lebih mengalah, junior tidak mempunyai hak suara yang meyakinkan, dll. Tapi alhamdulillah, Pak Bos nya Qis selalu adil menyikapi senioritas dan junioritas di tempat kerja Qis. Hanya mungkin orang orang nya saja yang masih suka menganut paham itu.

Semoga semua masih tetap baik baik saja. Amin...

2 comments:

  1. Anonymous10:48 PM

    selama kita profesional, let it flow..
    selalu berpikiran positif..
    emang orang yang pengen maju pasti ada aja rintangannya.. kan ada orang yang ga seneng saat kita seneng.. bukan begitu..
    So, keep your positive thinking. key.

    ReplyDelete
  2. hehehe... good suporter...! he eh, muak juga kalo diladenin orang yang sirik ma kita... jadi let it flows....

    ReplyDelete