Tuesday, June 16, 2009

Sedih...

Kemarin keputusan itu dibacakan....

Merasa tak mampu menjadi ibu bagi anak anak Qis. Mungkin Qis kurang perhatian, mungkin Qis kurang telaten, mungkin Qis masih cuek, tapi yang jelas, Qis sudah berusaha untuk menjadikannya lebih baik dari sebelumnya.

Dia berasal dari keluarga yang cukup berantakan. Ibunya meninggal ketika dia masih kecil. Ayahnya menikah lagi dan dia dititipkan oleh neneknya. Merasa marah bahwa ayahnya sudah tidak memperhatikannya lagi, merasa bahwa dia anak yang dibuang. Ada rasa tidak puas dari sorpt matanya yang sayu. Mungkin itu yang menyebabkan dia mencari perhatian lain. Dunia PS!


Pulang malam, karena merasa tidak dicari. Pelajarannya amburadul, sering bolos, sering telat berangkat sekolah. Qis sudah sering merangkul kesedihannya, bahkan dia sudah tidak enggan lagi menangis dihadapan Qis karena merasa ayahnya sudah tidak mencintainya lagi. Huff... anak anak, merasa ibu tiri itu kejam.

Qis sering berkonsultasi ke ayahnya, mengkroscek apa yang dikeluhkan anaknya. Tapi yang Qis dapat adalah keterjutan. Ayahnya menunjukkan kemarahan sangat, otoriter, penekanan bahwa apa yang dipikirkan anaknya adalah salah.

Bingung memikirkan cara agar ayahnya mau sedikit saja lebih kalem, lebih halus menghadapi anaknya. Karena yang Qis liat, dia sudahbosan dimarahi, dia hanya butuh kelembutan...

Usaha Qis masih belum berhasil, mungkin hanya pada Qis dia hormat, tapi pada tenaga pengajar yang lain, dia tidak takut. Hal itu yang membuat keputusan dia tidak naik kelas semakin besar. Qis cuma menghela napas. Pembelaan Qis masih belum cukup, belum bisa meyakinkan seluruh peserta rapat untuk tetap menaikkannya.

Baiklah....

Qis tetap tidak akan menyerah, akan lebih memperhatikannya lagi.

Mungkin ini adalah pembelajaran baginya untuk bisa lebih baik lagi. Dan Qis tidak akan berhenti berada di belakangnya, sampai dia benar benar menjadi orang yang lebih baik.

Tidak ada yang sia sia, tidak ada yang percuma. Segala sesuatu pasti mengandung hikmah.


*ayo berjalan bersama ya, Dwi. Miss Qy memang tidak sempurna jadi ibu kelasmu, tapi akan terus membantumu sampai kamu mampu terbang dengan sayapmu sendiri. Miss Qy sayang Dwi...

2 comments:

  1. Anonymous10:54 PM

    Hidup emang ga ada yang sempurna buk..
    kita bisa banyak belajar n ambil hikmah dari cerita d atas..
    keep figthting buk, meski nasib seseorang ga akan bisa berubah kalo orang tersebut ga mau ngerubah nasibnya sendiri..
    make sure that he'll never walk alone..
    make sure that they are many people still love him..

    ReplyDelete
  2. iyyah... thanks ya mas...

    ReplyDelete