Tuesday, April 28, 2009

Uppanen..

Setelah terserang ketakutan yang tiada henti. Bahkan diri belum bisa berlari, hanya berjalan tertatih..

Saatnya menulis tentangnya..

Uppa..

Sudah pergi..

Tapi mulut ini selalu mengucapkannya ribuan kali. Dimanapun. Kapanpun.
Dia masih menembus pikiran yang sudah terbentengi, terisolasi..

Uppaku masih hebat meski dia sudah pergi..


Hari ini belum genap dua hari sejak dia pergi. Efek kepergiannya masih seperti nuklir yang menembus dadaku, hancur, gelap, kosong, hampa, bingung, dan tak terarah..

Setiap jalan tertempuh, bayangnya masih menemani kuat, wajahnya masih melekat di depan untuk menyiksa sangat.

Menangis..

Berdiri di depan pintu hanya ingin melihat bayangnya berdiri disitu.. Tersenyum, menatap lembut, melambaikan tangannya, dan menyapa.. "adek, apa kabar?"

Gulir airmatapun tak berhenti, sayu melihat itu sebagai bayangan imajinasi, dan meratapi kenapa ini terjadi..

Sesak..
Rasanya ingin tidur saja dan tak bangun lagi..


Ini semakin merobek, menyayat, menjadikan diri sebagai boneka khayalan yang mulai imajinatif, gila, dan bodoh..

Memandangnya seolah ada,
Melihatnya seolah dia menggenggam tangan mungil ini mesra,
Menatapnya seolah dia berbaring manja,
Mencarinya seolah dia bermain petak umpet menggoda..

Dia tak ada..

Dan diri ini jatuh, tak ada pegangan untuk diraih, mencoba menggapai bayangannya, tapi pudar..

Tetes mata terasa hangat dipipi, membasahi wajah yang tak pernah mengering, menghembus napas dalam dalam agar merasa lebih baik..

Tapi,
Yang ada hanya tangis yang mulai meninggi..

Adakah dia dengar jerit hati ini?
Adakah dia dengar tangis mata ini?
Adakah dia merasa luka ini?
Adakah dia merasa bahwa melupakannya bagaikan menemukan kunci di padang yang gersang?

Dia tak mendengar,
Dia tlah berlalu,
Dia tak menoleh kebelakang,
Dia tlah menjauh,
Dia tak melihatku,
Dia tlah melupakanku..

Tak ada lagi manja,
Tak ada lagi dendangan indah,
Tak ada lagi lullaby sahaja,
Tak ada lagi sapaan mesra,
Tak ada lagi suara kasihnya,
Tak ada lagi perhatian sayangnya,
Dan tak ada lagi pertanyaan, "adek uda makan?"

Bulan sudah tak indah lagi,
Lapar sudah tak berarti lagi,
Sedih sudah jadi bagian diri,
Tangis adalah tawa sepi,
Kini..
Yang ada hanya duduk sendiri mengamati wajah pucat pasi di cermin hati..

Menutup mata..
Dia masih di hati,
Kapan dia akan pergi?
Atau kapan dia akan datang lagi, menatap matanya yang teduh dan berucap,, "adek, uppa disini.. Rindu adek, khawatir ma adek, jangan suruh uppa pergi lagi ya..?"


* Ur lil girl is hard to breathe, try to forget U, but she gets many bullets cross her heart.. Her own decision has made her own grave to live.. No one can save her, except a miracle comes to replace U, or except U come to heal her broken heart, and fix a vow which was made of both of U..

4 comments:

  1. mazarta10:39 AM

    orang sabar kekasih Allah, orang cantik jadi kekasihku aja...wkwkwkwk *ya ampyunn gaya fesbuk masuk belog*

    ReplyDelete
  2. Akan memilihkan orgng cantik lainnya untuk dijadikan kekasihmu.. Well, sabar? Oke.. Insya Allah

    ReplyDelete
  3. Anonymous5:32 AM

    uppa...uppa......
    dr dulu kok pancet ae

    ReplyDelete
  4. Buat yg ngasi koment diatas, maksudnya apa ya????

    ReplyDelete